Kapankah terakhir kita menikmati makanan dan camilan jadul? saking lamanya kita sampai lupa rasa dan nama makanan jadul yang pernah kita rasakan semasa kecil.
Nah untuk urusan Camilan Jadul yang setelah bertahun lamanya tidak saya temui adalah Ongol-ongol dan Ciwang.
Kedua camilan tersebut bisa saya cicipi kembali ketika menghadiri yasinan rutinan di rumah Nenek.
Yaps ongol-ongol dan ciwang ini camilan sederhana tapi sarat makna dan terkesan “jadul”.
Tampilan Ongol-ongol itu berwarna kecoklatan dengan taburan parutan kelapa mengelilinginya, bahkan ongol-ongol itu mempunyai nama lain yaitu : kuweh eyog ( bhs indonesia : kue bergoyang ) karena kalau disentuh dan digerak-gerakkan seolah-olah bergetar dan goyang kiri-kanan
ongol-ongol
Kalau tampilan dari Ciwang adalah putih karena tanpa campuran pewarna sama sekali, dan ciri khasnya diatasnya ditaburi Goreng bawang merah.
Ciwang
Perbedaan dari kedua jenis makanan itu adalah :
- Ongol-ongol terbuat dari Tepung Sagu Aren yang dimasak dengan menggunakan gula aren dan rasanya manis dengan aroma khas yang mengundang selera.
- Ciwang terbuat dari Tepung Tapioka ( Singkong ) dan cukup dikasih garam saja saat dimasak dan setelah jadi ditaburi bawang goreng diatasnya.. hmm yummy.
Saat ini semakin sulit menemukan camilan-camilan tradisional di warung-warung karena kalah serangan oleh snack-snack berpengawet dan pemanis buatan dengan harga murah dan rasa yang wah, padahal dari segi kesehatan sangat dianjurkan untuk dijauhi.
